POINT OF VIEW : PUCK!

Penasaran dengan akting sisi lain Lee Kwang Soo, membuat saya menonton drama yang berjudul PUCK! Drama ini merupakan drama special tahun baru yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta SBS. Dan, drama ini singkat sekali karena hanya ada dua episode. Namun, pesan kehidupan yang digambarkan drama ini sangat luas.

Salah satu anggota variety show terkenal, Running Man yaitu Lee Kwang Soo didapuk sebagai pemeran utama dalam drama ini. Lee Kwang Soo berperan sebagai Jo Joon Man yang merupakan seorang rentenir. Ia terpaksa bergabung dalam kelompok gangster dan menjadi rentenir karena hutang istrinya. Istri Joo Man kabur dan meninggalkannya sendirian dan Joo Man  juga harus membayar semua hutang istrinya.


Saat bekerja untuk menagih piutang Ketua gangster, Joo Man bersikap kasar dan harus tega. Padahal dalam dirinya, Joo Man mempunyai kepribadian  yang hangat. Jika ia bisa memilih pekerjaan lain, mungkin ia tak akan menjadi rentenir seperti saat ini yang hidup layaknya anjing peliharaan ketua gangster.


Dunia memang keras tapi hiduplah dengan baik dan janganlah pernah menjadi orang jahat. Ungkapan tersebut digambarkan dalam drama ini. Kehidupan Joo Man selama menjadi rentenir tak pernah membuat ia merasa bahagia. Penyesalan dan rasa bersalah kadang selalu timbul jika kita menjadi orang yang jahat.

Cerita berikutnya, Joo Man diperintahkan oleh Ketua Gang untuk menagih hutang kepada seorang pelatih hoki es dari Hankook University. Namun, pelatih tersebut tidak memiliki uang sama sekali bahkan ia juga hampir dipecat karena tim hoki es nya ingin dibubarkan. Jalan satu-satunya pelatih tersebut bisa membayar hutang adalah kemenangan tim hoki es nya dalam pertandingan nasional.


Namun, beberapa anggota yang tersisa dalam timnya tidak mencukupi untuk mereka bertanding. Satu demi satu anggota dibujuk oleh ketua dewan agar mengundurkan diri dalam tim hoki es untuk kebaikan masa depan mereka, termasuk pemain as tim tersebut yaitu Pal Bong yang diperankan oleh Jo Young Joo. Akhirnya, Joo Man ikut bergabung dengan tim hoki es pelatih tersebut agar hutangnya bisa dibayar.





Pertandingan pertama yang dilakukan oleh Joo Man adalah pertandingan persahabatan. Namun, timnya kalah dan salah satunya karena Joo Man.  Akhirnya Joo Man menghadap ke Ketua Gang bahwa ia tidak bisa dan memiliki banyak kekurangan dalam tim hoki es. Saat itu, justru Ketua Gang menyuruh agar Joo Man melakukannya (hoki es) dengan baik agar ia bisa mendapatkan uang dari pelatih tersebut. Akhirnya ia pun kembali berlatih hoki es demi uang yang diperintahkan dan juga demi membantu wanita yang mengingatkan ia pada istrinya dulu karena makanan yang disajikannya.


Hari demi hari berlalu hingga Joo Man menikmati latihan serta pertandingan yang ia jalani. Ia juga merasa bahwa dirinya bahagia karena ia sangat menyukai olahraga hoki es dan ia juga seperti bangkit kembali karena wanita tersebut. Melakukan apa yang kita sukai memang akan membuat hidup bahagia. Apalagi jika hal tersebut bermanfaat, seperti yang dilakukan oleh Joo Man.


Masalah kemudian muncul kembali saat pertandingan berikutnya. Dong Pil yang diperankan Kwak Dong Yeon tiba-tiba berubah menjadi lebih egois saat permainan sehingga rekan setimnya yang juga pemain penyerang bingung  dengan sikapnya. Bahkan saat Joo Man telah bermain dengan baik, Dong Pil dan rekannya sesama penyerang tersebut berkelahi dan pertandingan pun dimenangkan oleh tim lawan. Joo Man juga menyadari perubahan sikap Dong Pil yang berbeda dengan dulu. Padahal dulu Dong Pil lah yang tidak ingin tim hoki es tersebut bubar.


Akhirnya Joo Man diceritakan oleh pelatih mengenai kehidupan Dong Pil yang sulit. Ayahnya dirawat di rumah sakit dan ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga. Saat Joo Man mendatangi rumah Dong Pil, ia menyadari bahwa semua peralatan di rumah tersebut telah disita. Dan ia juga hanya bertemu ibu Dong Pil yang mengeluhkan sakit punggung dan mengatakan bahwa Dong Pil sedang tidak di rumah karena bekerja. Saat  Joo Man membantu mengambilkan air, terlihat foto keluarga Dong Pil yang membuat ia merasa bersalah.

Joo Man lalu menemui Dong Pil di tempat kerjanya dan Dong Pil pun curhat mengenai pertemuannya dengan Ketua Dewan yang menyuruhnya untuk berhenti dari tim hoki es. Namun, uang yang diberikan oleh Ketua Dewan ditolak oleh Dong Pil karena ia tidak mau berhenti. Dong Pil pun menyuruh Joo Man untuk membunuhnya karena ia sudah tak tahan dengan kehidupannya.

Esok harinya Joo Man mengajak Dong Pil ke suatu tempat dekat rel kereta. Ternyata setelah sampai di tempat yang dituju, Joo Man justru mengambil borgol di kantongnya dan langsung memasangkan borgol tersebut di di tangannya dan tangan Dong Pil di sela rel . Hidup mereka berdua hampir saja selesai, jika borgol tersebut tidak bisa dilepas dari rel karena ternyata ada kereta yang melewati rel itu. Akhirnya, Dong Pil sadar dari peristiwa yang baru saja ia alami dan ada kata-kata yang diucapkan oleh Joo Man  yang membuat ia akhirnya mengerti makna kehidupan.

Jika kau terus berjuang, maka kau akan mendapatkan hasilnyaPuck”.

Setelah tim hoki es Joo Man bersatu kembali, masalah lain muncul. Ketua Dewan ternyata mencari akal lain agar tim hoki es bisa dibubarkan. Ia bekerja sama dengan Ketua Gang untuk menghentikan Joo Man dalam pertandingan selanjutnya, di mana pertandingan tersebut sangat menentukan nasib tim hoki esnya. Anggota tim hoki es lain menunggu Joo Man dengan harap-harap cemas, namun tak lama kemudian Joo Man menyadari bahwa hoki es merupakan kesukaannya serta rekan setimnya yang telah ia anggap sebagai sahabat selama ini. Saat babak kedua hampir dimulai, Joo Man dijemput Ketua Gang namun ia berhasil meyakinkan Ketua agar ia diijinkan untuk bertanding sampai selesai hingga hari itu.


Pertandingan kembali diteruskan dan skor masih imbang 1-1. Semua pemain termasuk Joo Man kelelahan karena tak ada pemain pengganti lain. Dan kondisi kaki Dong Pil pun memburuk setelah mendapat perlakuan kasar dari lawannya. Dong Pil mencoba bangun namun ia tak kuat berdiri. Kemudian muncul Pal Bong yang bersedia untuk menggantikan Dong Pil. Saat awal pertandingan Pal Bong memang melihat rekan-rekan tim hoki es yang berjuang tanpa lelah. Ia pun menyadari pentingnya sebuah teamwork  dan sahabat- sahabatnya yang tak pantang menyerah. Ia pun sadar dan kembali serta ingin bertanding dan berjuang bersama rekan setimnya.

Luka di bahu Joo Man bekas dipukuli Ketua Gang juga semakin parah. Namun,ia berkata bahwa ia masih bisa melanjutkan permainan dan tak akan menyerah begitu saja. Pertandingan babak ketiga diteruskan dengan pinalti dari timnya yang dilakukan oleh Pal Bong. Namun, pinalti tersebut gagal hingga akhirnya pertandingan diteruskan. Saat tersisa beberapa detik, Joo Man pun berusaha hingga akhir untuk memasukkan puck walaupun bahunya sakit. Dan kemenangan pun diraih oleh Joo Man dan rekan setimnya hingga bisa melaju ke babak selanjutnya.

Segala apapun yang dilakukan dengan usaha dan pantang menyerah akan membuahkan hasil yang indah. Hal inilah yang dibuktikan oleh Joo Man dan rekan setimnya. Timnya yang hanya berjumlah 6 orang mampu mengalahkan lawan yang berjumlah 22 orang. Luar biasa.

Akting Kwang Soo dalam drama ini juga menarik banyak pujian. Ia mampu memerankan Joo Man dengan sangat baik dan drama ini juga mengajarkan banyak hal serta pesan moral dalam kehidupan. Walaupun singkat, tapi saya sangat merekomendasikan drama ini untuk ditonton oleh para pecinta drama. Akhir kata, selamat menonton!

credit pic : Kshowsubindo.net


Komentar